Peningkatan Infrastruktur dan SDM jadi Prioritas Pembangunan Kukar

img

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUTAI KARTANEGARA- Program peningkatan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan nilai APBD Kukar 2023 yang mencapai Rp7,7 triliun, program pembangunan bisa maksimal sehingga pemerintah merasa optimis untuk wujudkan kesejahtertaan masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna mengatakan, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2023 mengusung tema peningkatan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, untuk mendukung transformasi ekonomi yang inklusif.

"Komitmen anggaran terhadap prioritas pembangunan daerah diantaranya, reformasi birokrasi yang meliputi penataan managemen organisasi dan penguatan koordinasi perangkat daerah, serta penataan managemen keuangan dan aset daerah," kata Vanesa Vilna kepada Poskotakaltimnews, Kamis (22/6/2023).

Kemudian, infrastruktur dasar dan wilayah yang meliputi penyediaan infrastruktur jalan, listrik desa, penataan perumahan pemukiman, air bersih dan sanitasi yang sehat dan aman.

Selanjutnya, lingkungan hidup yang meliputi pemulihan daya dukung lingkungan. Peningkatan SDM meliputi peningkatan jangakauan dan akses layanan pendidikan yang bermutu, serta ekonomi unggulan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Yang terdiri dari penguatan modal sosial budaya, solidaritas sosial, ketahanan sosial dalam ketahanan masyarakat, peningkatan produktivitas nilai tambah dan pendapatan dari pertanian, perkebunan, peternakan dan kehutanan, serta percepatan pembangunan desa sebagai basis produk, serta pembangunan desa sebagai basis produksi pangan dan pemberdayaan masyarakat," ucapnya.

REALISASI ANGGARAN

Sementara ini realisasi kegiatan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perlu untuk dimaksimalkan, sebab baru sekitar 40 persen. Hal ini menjadi perhatian bersama, agar semua kegiatan yang telah direncanakan bisa berjalan dengan baik.

"Untuk capaian tahapan pelaksanaan dan realisasi APBD 2023 pada triwulan II yang paling tinggi yakni, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sekitar 41 persen," tuturnya.

Kemudian, capaian tahapan pelaksanaan yang terendah ialah Kecamatan Muara Badak. Meskipun sebagian besar program dan kegiatan hingga triwulan 2 berjalan baik, namun masih perlu perhatian terhadap beberapa paket pekerjaan yang terkendala teknis dan efektifitas proses pengadaan.

"Dalam hal ini pengendalian internal di setiap OPD sudah menunjukkan trend membaik, yang terlihat dari kecenderungan permasalahan pada triwulan 2 yang menurun," jelasnya.

Dirinya berharap kepada setiap OPD, agar fokus terhadap pelaksanaan kegiatan dan paket pekerjaan yang mendukung pencapaian, target program serta indikator kinerja utama (IKU), terutama yang mempunyai daya ungkit terhadap pencapaian sasaran daerah.

"Dan perlu perbaikan, review, pola kerja, managemen kegiatan, yang dapat mengintegrasikan kesesuaian penyediaan anggaran pada semester 1 bisa lebih baik lagi pada tahun mendatang," pungkasnya.(adv/riz)